Categories
KARYAKU

Softlens Cantik Hadiah Ultah

Siang itu matahari tepat berada di atas kepala namun aku belum juga mendapatkan kartu semester karena belum mebayar infaq. Hampir saja aku menangis mengingat jawaban ayahku saat aku meminta uang kepadanya. Dia bilang kalo sekolah itu jangan uang terus. Ingin aku mengelak saat itu namun apa daya. Aku ingat kata     …  …  …  … …… …… kata guruku, aku tak ingin di sebut sebagai anak durhaka. Hari itu aku benar     …  …  …  … …… …… benar di timpa banyak sekali masalah. Ada kacamata pecah lah, ada anak redaksi pada berantem lah, ada anak kamar mengusirku lah. Pokoknya ada     …  …  …  … …… …… ada aja!. Ingin rasanya aku berontak dan kabur dari asramaku tercinta ini. Namun apa daya, aku itu cewek. Mau kemana aku, kalo mau kabur? Nanti kalau di culik atau di makan kolong wewe gimana? Seremkan. Akhirnya ku putuskan untuk mengambil air wudhu dan al quran. Setelah itu aku menuju ke masjid dan menangis sejadi     …  …  …  … …… …… jadinya lalu aku membaca al quran untuk sedikit menenangkan hati yang sedang berkecamuk ini.

Aku pun mencoba mencari jalan keluar. Namun belum juga ketemu     …  …  …  … …… …… temu. Semua orang yang dulu menyayangiku kini sikapnya berbalik semua.     …  …  …  …¹ ……Aku Harus Tegar\’ tegasku dalam batin. Ingin sekali rasanya aku curhat namun pada siapa? Akupun segera      … …  memutar otak dan muncullah di benakku seorang cowok memakai baju hijau dan sarung hijau. Dia adalah kak Bima. Dia adalah teman redaksi ku. Selama ini dia selalu menjadi inspirasiku untuk tetap bangkit memajukan redaksi yang hampir saja hancur ini. Dengan sedikit kegigihan kami dan kerja keras kami mempertahankan akhirnya terjawab sudah, kami bisa membuktikan semuanya dengan hasil yang kami buat. Walaupun semuanya tidak seindah kakak kelas sebelumnya tapi setidaknya kami berhasil tegak dengan kebersamaan kami. Walau masih sering terjadi konflik dari luar.

      … …      … …      … …      … …      … …

\”kamu kenapa ra, kok mukanya lesu banget?    …  …  …  … … ucap kak bima dari belakang layar.

\”iya kak, aku lagi b     ……  … …ªte bgt nwih. Perasaan masalah tak kunjung henti menghantuiku ya?    …  …  …  … … ucapku dengan nada sok tegar.

\”emang kenapa sih?    …  …  …  … … ucapnya penuh tanda Tanya.

Akupun menjelaskan semua yang terjadi dan segera menahan diri agar tidak kembali menangis. Kak bima menatapku lekat dan berkata

\”kalo mau nangis gak usah di tahan kali    …  …  …  … …

\”yeah, siapa lagi yang mau nangis. Akukan bukan anak kecil    …  …  …  … … ucapku dengan wajah tampak di buat buat.

\”kelihatan kok, kalo muka kamu itu lagi mencoba membendung air mata. Sudah deh, jangan di tutup     …  …  …  … …… …… tutuppin. Nangis itu bukan berarti anak kecil yang cengeng lho!    …  …  …  … …

Akhirnya akupun menangis sejadi     …  …  …  … …… …… jadinya di atas meja tepat berhadapan dengan kak bima. Semua perasaan yang sejak tadi aku pendam aku ceritakkan tanpa kurang sedikitpun. Aku benar     …  …  …  … …… …… benar seperti kakak dan adik di ruagan itu. Hingga akhirnya sepasang       … … mata menatapku dan memanggilku dengan suara keras.

\”Raraaaaaaaa    …  …  …  … ….    …  …  …  … …

\”ada apa kak?    …  …  …  … … ucapku pelan sambil mengusap air mata dengan tissue yang ada tepat di depanku.

\”kamu itu kerjaannya pacaran aja sih? Ruang redaksi itu buat para reporter tau. Bukan buat pacaran    …  …  …  … … ucapnya dengan nada      … …  sok tau.

\”masya Allah, ngapain juga aku pacaran di ruang redaksi? Mendingan juga di taman belakang sekolah. Bener gak ra?    …  …  …  … … balas kak Bima.

\”udah tau ada taman kenapa masih pake ruang redaksi?    …  …  …  … … ucap kak rossa sinis.

\”dia itu lagi curhat, apa kamu tau perasaan dia saat ini? Apa kamu tau masalah yang sedang menimpanya saat ini? Kamu itu kakak kelas yang gak punya hati ya sa? Liat adik kelas lagi sedih malah di bentak. Pantesan aja waktu kamu jadi pemimpin redaksi anak     …  …  …  … …… …… anaknya pada kabur    …  …  …  … … balas kak bima sambil menarik lenganku.

Tangisku pun terhenti saat aku tau kak Bima menggamit lenganku keras. Aku lari dengan kerasnya menuju ke asramaku. Di sana aku menangis sejadi     …  …  …  … …… …… jadinya di atas kasur milikku. Teman sekamarku hanya bisa memandangku tanpa pernah menanyakkan masalahku. Mereka selalu cuek padaku.

      … …      … …      … …      … …      … …

Akhirnya akupun dapat membujuk para guru untuk mendapatkan kartu semester terlebih dahulu walaupun dengan janji yang entah berantah kepastiannya. Walau sebenernya kak Bima membolehkan aku untuk meminjamkan uangnya padaku. Namun aku sadar siapa aku di mata dia? Dia hanyalah teman redaksiku. Aku juga tak ingin kejadin kemarin terulang sudah cukup sampai di sini semua orang menyakitiku.

\”hai ra gimana kabar?    …  …  …  … … ucap seseorang dari belakang.

\”ada apa ya?    …  …  …  … … ucapku dalam hati sambil berlari setelah sadar itu adalah kak Bima.

Kak Bima terus mengejarku dan saat itu kak Bima langsung memelukku dan menutup mataku dengan kain kecil. Setelah itu dia membawaku entah kemana hingga akhirnya

HAPPY BIRTHDAY RARA

 

\”surprise    …  …  …  … …    …  …  …  … ….    …  …  …  … … Teriak banyak orang yang ada di depanku dengan spanduk bertuliskan

 

\”terima kasih, ternyata kalian masih ingat akan ulang tahunku    …  …  …  … …

\”iya dwonk    …  …  …  … … ucap salah satu dari mereka.

\”tapi, mana kak Bima ya?    …  …  …  … … ucapku penasaran.

\”hilang kali di makan sama kodok    …  …  …  … … ucap salah satu dari mereka asal ceplos

\”waduh jangan donk. Aku belum bilang maaf nich    …  …  …  … …

\”emangnya maaf apaan?    …  …  …  … …

\”ada deh    …  …  …  … …

Tiba –      … …  tiba ruangan yang sedari tadi kita tempati padam. Semua orang berteriak     …  …  …  … …… …… teriak sedangkan aku sendiri di sana kebingungan karena kacamataku memang sudah lama rusak.

\”tolong    …  …  …  … …    …  …  …  … … rintihku sambil meraba     …  …  …  … …… …… raba tembok.

Namun datanglah seseorang yang tak kukenal menggendongku dan membawaku entah kemana. Aku hanya diam saja. Hingga akhirnya kami berada tepat di optik kacamata di sekitar daerah jakarta selatan.

\”kita di mana nih?    …  …  …  … … ucapku sambil menatap lekat     …  …  …  … …… …… lekat orang yang sedang menggendongku.

\”ke sini lah    …  …  …  … … ucapnya lirih.

\”hah, kak Bima. Kok bisa?    …  …  …  … …

\”ya bisalah, kan pake a bukan u. kalo pake u bisu donk?    …  …  …  … …

\”dasar    …  …  …  … …    …  …  …  … … ucapku sambil memukul punggung Kak Bima lembut.

Kak bimapun menurunkanku dan segera membawa aku masuk ke dalam optik kacamata tersebut. Ruangan di sana nyaman sekali. Penjaganya langsung menyuruhku untuk masuk untuk periksa mata kembali karena sudah lama aku tidak menggunakan kacamata. Alhasil Minusku bertambah menjadi 3,5 yang kanan dan kiri. Kak Bima hanya menggeleng dan menarikku untuk memilih kacamata. Namun dari ujung rak sebelah kanan hingga kiri tak ada yang cocok denganku.

\”pake softlane aja deh mba?    …  …  …  … … ucap sang penjaga optik tersebut.

\”iya tuh pake softlens aja. Kayaknya kamu bakal keliatan cantik deh?    …  …  …  … … ucap kak bima lembut.

\”iya deh, tapi aku gak punya uang kak    …  …  …  … … ucapku malu.

\”sudah tidak usah di pikirkan. Ini hadiah kakak untukmu    …  …  …  … …

\”makasih kak    …  …  …  … … ucapku lembut sambil memluk kak Bima dan menangis di pelukannya.

\”iya, yang penting di jaga ya    …  …  …  … … ucap kak bima sambil mengahapus air mata yang menetes di pipiku.

Semua orang yang melihat dari jendela tokopun ikut tersenyum termasuk sang penjaga yang ikut merasakkan kebahagian keuda sejoli tersebut.

Akhirnya rara yang beberapa minggu ini kehilangan keceriannya, Karena masalah     …  …  …  … …… …… masalah yang menimpanya. Kini kembali ceria dengan senyum mengembang. Rara yang dulu sangatlah culun kini menjadi lebih cantik dengan softlens biru yang iya kenakan.

 

 

Facebook Comments

By azzahra

sedikit cuek.. tapi aslinya perhatian. banyak yang bilang cie galak.. hhe.. tapi kreatif.

6 replies on “Softlens Cantik Hadiah Ultah”

Nyata atau fiksi ane ga peduli cukup keren,,,karena ada Bima yang bersarung dan berkoko hijau hehhe..ee, tapi lebih baik jangan dicampur aduk antara fiksi dan non-fiksi

Comments are closed.