Categories
KARYAKU

Bukti Sosialisasi

\”BRAKKK.. bantingkan tubuhku di atas kasur. Segera aku lempar semua barang barang yang ada di depanku. tangiskupun semakin menjadi saat mamah memanggilku. Aku benar benar merasa malu karena tidak bisa menjadi bintang kelas di sekolahku. Nilaiku turun drastis sedangkan ortuku sudah susah payah membayar SPP- ku. Aku malu kepada mereka. Apa yang mereka berikan padaku belum bisa ku balas sedikitpun. Aku benar -benar menyesal karena telah mengumbar janji manis kepaa mamahku. Dan alhasil semua ucapan mereka benar, bahwa organisasi menjadi pengganggu belajarku.

Semua guru -guruku kecewa dengan semua nilai yang aku dapatkan. Mereka anggap bahwa aku lebih mementingkan organisasiku. Mereka anggap aku tidak pernah belajar karena selalu sibuk berorganisasi. Aku sadari aku memang terlalu rakus dalam berorganisasi namun aku hanya berniat untuk mempraktekkan langsung pelajaran sosialisasi yang ku dapat dari jurusan IPS.

Hp yang sedari tadi tergelatak tak jauh dari tangankupun bergetar. Segera kuangkat tanpa ku cek dulu siapa yang menelpon.

\”Assalamua\’laikum ucap seseorang dari seberang.

\”wa\’alaikumsalam, ini siapa ya?\”Aku kak Rita, kok kamu nanya lagi sih. Bukannya kamu sudah tahu nomer teleponku?\”sorry kak tadi aku tak sempat melihat nama d layar Hp ku\”ya sudahlah., tapi jangan di ulangi lagi ya! Btw, kamu lagi sibuk gak?\”iya deh maaf. Allahmdulillah aku lagi gak ada kerjaan nich kak di rumah!ucapku dengan penuh antusias.

\”bagus deh, sekarang kamu bisa gak ke ruang osis?\”boleh, tapi mau ngapain ya kak?\”ngerjain mading buat perlombaan di semarang nanti. Gimana?\”okey deh, tunggu aku ya kak!\”okey, thanks ya\”sama sama Kak Ritapun segera menutup telepon dan akupun segera menuju kamar mandi untuk membasuh wajahku yang masih menyisakkan bekas tangisan. Segera aku mengganti baju dan sedikit merias wajah. Akupun segera berpamitan kepada mamahku tercinta.

Sesampai di depan sekolah Kak Rita langsung menyambutku hangat.

\”sudah lama menunggu ya kak? tanyaku menganggetkannya.

\”gak kok, kakak juga baru datang ucapnya sambil menengok ke arahku.

\”owh, ya sudah yuk kita ke ruang osis \”nanti dulu, kok kakak liat kamu ada yang beda ya?sambil menatapku lekat lekat.

\”apanya kak?tanyaku sambil melihat sekeliling postur tubuhku.

\”kamu abis nangis ya?ucapnya sambil mengangkat daguku.

\”gak kok kakucapku berbohong.

\”kamu itu gak usah bohong sama kakak, kakak tuh tau kamu. Kan udah 2 tahun kita deketucapnya sok tau.

\”beneran deh. Suer! Aku gak nangisucapku sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahku.

\”ya sudah deh kalau kamu masih gak mau cerita, tapi kaka selalu tunggu kamu cerita lhoucapnya sambil mencubit dan berlari.

\”yeah maksa ucapku pelan sambil mengejar Kak Rita.

Setelah sampai si ruang osis kami pun langsung si hadapkan dengan kertas dan pulpen warna yang berserakan. Kami hanya terdiam mematung melihat keadaan yang mengenaskan itu. Semua karya osis mading yang sudah setengah lagi jadi kini benar -benar berantakkan tak ada sisa satupun. Tangiskupun meledak saat itu juga.

\”kenapa sih, di saat nilaiku turun drastis aku harua dapet cobaan kayak gini lagi. Kenapa ini semua harus terjadi di hadapan gue? Kenapa gak orang lain aja yang ngerasain kayak gini? Siapa sih yang tega ngelakuin ini sama gue? ucapku sambil memungut serpihan  serpihan kertas yang berhamburan. Kak Rita pun segera memelukku sambil membereskan kertas yang berceceran tersebut. Namun, terdapat sebuah kejanggalan saat itu. Mengapa semua serpihan tersebut tidak terdapat sedikitpun tulisan atau gambar yang kami buat? Kamipun segera menengok ke atas dan melihat papan yang bertuliskan

 

 

Ruang Redaksi

Al AZHAR SCHOOL

 

\”hahahahhahah Gelak tawa kamipun memecahkan suasana sedih yang sedari tadi menyelimuti kami. Ternyata ini adalah ruang redaksi sekolah kami. Mereka memang memiliki mading namun bedanya mading mereka itu menggunakan ketikkan sedangkan mading sekolah itu menggunakan kreasi tangan para siswa  siswi seperti kami. Ruangan kami memang bersebelahan dan papan yang ada tepat di atas pintipun berbentuk sama sehingga banyak sekali perbedaan yang membuat mudahnya para siswa atau para guru untuk ketukar masuk ruangan.

Setelah sampai di ruang osis kamipun segera berkutat dengan kertas dan pulpen warna yang memang di sediakan untuk para osis mading. Kami benar  benar serius pada pekerjaan kami masing  masing. Sehingga hanya terdengar suara goresan tangan kami dan detik jam yang terus berputar.

\”sudah yuk fi, udah jam 5 sore nich! ucap Kak Rita pelan.

\”ya sudah yuk, mataku juga sudah mulai pegal nich kak ucapku tak kalah pelan.

Kamipun segera merapihkan semua alat  alat ke tempatnya seperti semula. Setelah kami gabungkan ternyata tugas membuat mading telah selesai. Besok hanya tinggal memsang dan 2 hari lagi akan di bawa ke semarang untuk mengikuti lomba mading.

\”selamat ya  teriak Kak Rita dari kejauhan.

\”yeah, inikan berkat kerja keras Kak Rita juga ucapku tak kalah keras.

\”mamah bangga sama kamu nak ucap mamah sambil memelukku. Akupun segera menangis dipelukkan mamah dan berkata

\”maafin sofi ya mah, gara  gara kayak gini nilai sofi jadi turun drastis \”tidak apa  apa sayang. Mamah bangga kok sama kamu ucap mamah sambil melepas pelukannya dariku dan menatap lekat  lekat sambil mengacungkan kedua jempolnya.

\”makasih ya mah \”iya sayang Akhirnya semua guru yang berada di sekitarkupun segera memlukku dan mengucapkan selamat sambil memnita maaf karena kesalah pahaman yang telah terjadi. Kini mereka tahu bahwa seorang siswa tidak hanya harus pitar di kelas namun dia juga bisa berkembang di organisasi yang dia sukai. Dan terbukti bahwa organisasi bukanlah ajang penurun semangat nilai. Seharusnya semua guru di indonesia ini sadar bahwa para muridnya itu meiliki kelebihan yang lain di bidang lain. Karena Allah menciptakkan makhluknya berbeda  beda.

Facebook Comments

By azzahra

sedikit cuek.. tapi aslinya perhatian. banyak yang bilang cie galak.. hhe.. tapi kreatif.